Saya, Jurnalistik, dan KPI
Jika berbicara mengenai komunikasi penyiaran islam tentunya tidak akan lepas dari kata jurnalistik, seakan-akan kedua hal tersebut adalah anak kembar yang kemanapun harus menempel satu sama lain. Namun, saya adalah kakak dari anak kembar tersebut. Jika bertanya mengapa saya memberi judul artikel ini seperti judul yang telah tertera? karena keduanya adalah awal penentu apa yang akan saya ambil dan akan jadi apakah saya nanti.
Pada awal
pemilihan jurusan perkuliahan, saya dibingungkan dengan dua pilihan sulit.
Apakah saya harus mengambil jurnalistik atau KPI, padahal keduanya memiliki
relevansi, both are similar, isn’t it?. Jurnalistik adalah ilmu
yang mempelajari tentang cara memproduksi, mengumpulkan, menyeleksi, dan
mengolah informasi yang memiliki nilai berita dengan akurat dan menarik,
sedangkan KPI atau secara lebih rinci adalah Komunikasi Penyiaran Islam yaitu
ilmu yang mempelajari tentang komunikasi dalam bidang pers, penyiaran,
jurnalis, dan retorika yang dijiwai oleh nilai-nilai islam. Jurnalistik dan
komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat, jurnalistik termasuk dalam
bidang kajian ilmu komunikasi, ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan,
gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu,
mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.
Keduanya merupakan jurusan yang saya inginkan, namun karena perbedaan pendapat perihal jauhnya tempat dan letak kampus yang akan saya tempati, jadi ibu saya lebih condong memilih yang lebih dekat, yaitu kampus yang saya tempati sekarang, UIN Walisongo Semarang. Dan jurusan yang finalnya saya ambil hingga saya tekuni sampai sekarang adalah Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), di jurusan ini saya banyak belajar bermacam-macam jenis mata kuliah, entah itu dasar maupun yang lebih spesifik, seperti ilmu dakwah, ilmu komunikasi, komunikasi massa, teknik komunikasi dan informasi, bahasa arab dan inggris, bahkan bahasa indonesia pun terdaftar dalam jejeran mata kuliah yang sudah pernah saya pelajari.
Membahas tentang jurusan saya ini, jika saya cari dan telusuri lebih jauh perihal prospek kerja jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, ternyata tidak jauh berbeda dengan prospek kerja jurusan Ilmu Komunikasi. Menurut saya, orang-orang yang memiliki kemampuan dan minat dalam berkomunikasi seperti public speaking, sangat cocok dan pastinya nyaman berkuliah di jurusan ini, tetapi tidak dikatakan juga mereka yang pendiam dan malu untuk menyuarakan pendapatnya tidak cocok untuk berada di jurusan KPI ini, karena justru disinilah mereka dilatih dan berlatih, mereka yang pada awalnya tidak terbiasa pun menjadi biasa saja, saya jadi ingat kata kunci yang selalu kyai saya lontarkan di setiap penyampaian ngajinya, "Dipaksa, Bisa, Terbiasa".
Terakhir tetapi bukan akhir, tulisan diatas sepertinya hanyalah sebagian besar bualan saya yang semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya.
Comments
Post a Comment